Di awali adanya keinginan untuk memanfaatkan sebidang lahan yang digarap untuk kegiatan budidaya ikan nila guna memenuhi kebutuhan akan protein bagi masyarakat Kerinci, lokasi kegiatan ini terletak di Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur. Ternyata sungguh menakjubkan sekali, air yang mengalir di parit-parit sepanjang masa itu adalah air yang hangat, terkadang suhunya mencapai 80 derajat Celsius lebih, masih bisa memberikan manfaat bagi pembudidaya ikan di sekitar tempat pemandian air hangat Pancuran Tujuh tersebut. Memang di saat-saat awal kegiatan dan karena kurang disiplinnya dalam mengontrol suhu air, dan belum memiliki kolam untuk menurunkan suhu air yang panas tersebut maka terjadilah apa yang tak pernah terbayang sebelumnya, hampir satu kolam…. ikannya menggelepar-gelepar akibat suhu air dikolam terlalu tinggi. Tapi itu DULUU…….
Padahal dengan adanya air hangat tersebut semestinya menjadi suatu keunggulan tersendiri dalam melaksanakan budidaya ikan dibandingkan dengan daerah-daerah yang airnya tidak hangat. Hal ini disebabkan oleh karena suhu air bisa disesuaikan dengan suhu air optimal yang disukai ikan dengan mengatur suhu air yang masuk. Sehingga fluktuasi suhu air kolam jarang terjadi, bahkan disaat pagi hari suhu air kolam masih berkisar 28 derajat. Dengan demikian nafsu makan ikan tidak pernah menurun, dan inilah yang menjadi unggulan bagi kolam-kolam ikan yang memiliki atau dekat dengan sumber air panas. Menurut informasi yang kami terima, dahulu ada peneliti dari ITB yang pernah mengamati keberadaan sumber air panas di gao (air panas) Batu Pupuh di Sungai Tutung – Kerinci ini yang dikaitkan dengan manfaat terhadap budidaya ikan. Peneliti tersebut menyimpulkan bahwa daerah sekitar Gao Batu Pupuh merupakan tempat yang ideal untuk budidaya ikan disamping kandungan belerangnya yang tidak begitu tinggi.
Informasi lain yang kami terima mengatakan bahwa air dari Gao Batu Pupuh ini bisa dikonsumsi untuk membuat ngopi atau ngeteh (membuat minuman kopi atau teh), wah untuk yang satu ini membuat penasaran bagi kami dan tak menunggu waktu yang lama maka segeralah kami mencoba membuat kopi. Alhasil memang tak ubahnya seperti kita membuat kopi dari air termos saja, hanya rasanya agak sedikit berbeda seperti kopi yang diberi garam layaknya sopir-sopir yang sering minta kopinya ditambah garam supaya tidak ngantuk !!
![]() |
| Permandian Gerilia Pancuran Tujuh |
![]() |
| Pemandian Air Hangat - Wakaf H. Ahmad (alm) |
Hari demi hari berlalu dan setiap saat kami berada di tempat budidaya ikan, pikiran selalu berangan-angan untuk bisa berbuat sesuatu yang lebih dari sekedar memelihara ikan nila. Maka tepatnya tanggal 4 April 2010 mulailah kami memberanikan diri untuk memulai mewujudkan impian untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dengan mengerjakan pembuatan kolam renang air hangat khusus untuk balita dan kolam renang air hangat untuk anak-anak. Dengan demikian mulailah diadakan perombakan-perombakan terhadap kolam-kolam yang tadinya untuk ikan maka harus segera dirubah untuk manusia. Yah…… memang kalau dipikir untuk ikan saja sangat menyenangkan apalagi kalau untuk manusia, tentunya sangat besar sekali manfaat air hangat.
Ingin mengetahui bagaimana proses selanjutnya ? tunggu ya… ..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar